II




Judul:SERU ! Ratna Sarumpaet MARAH & Tersinggung Di Ledek Ruhut Sitompul "Urus Saja Rumah Tangga Sendiri"
Durasi:00:15:07
Dilihat:292,699x
Diterbitkan:02 Juni 2016
Sumber:Youtube
Suka Ini ?:

Bersama demonstran di depan gedung KPK, Jakarta Selatan, musisi yang berhasrat menjadi gubernur Jakarta Ahmad Dhani dan aktivis Ratna Sarumpaet menuntut KPK segera menetapkan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menjadi tersangka kasus pengadaan tanah untuk Rumah Sakit Sumber Waras, Kamis (2/6/2016).

"Kalau KPK tak segera menetapkan status tersangka ke Ahok, massa buruh akan mogok selama tiga hari," kata Dhani dalam orasi di seberang gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (2/6/2016).

Setelah mendengar pernyataan Dhani, demonstran yang sebagian merupakan buruh bersorak.

Mereka pun membentangkan spanduk dan poster-poster yang berisi tulisan menuntut KPK menangkap Ahok.

"Tangkap Ahok, KPK harus tetapkan Ahok sebagai tersangka dalam kasus Sumber Waras," kata para buruh.

Mereka dilarang polisi demonstrasi di depan gedung KPK yang lama karena membuat kemacetan arus lalu lintas. Polisi meminta mereka demo di depan gedung KPK yang baru di Jalan Kuningan Persada.

Demonstrasi tersebut dikawal ratusan anggota polisi. Polisi mengimbau demonstran jangan masuk ke area gedung KPK.

Ratna Sarumpaet pun meminta polisi jangan menggunakan kekerasan dalam menanggapi massa.

"Pak polisi, kamu itu dibiayai masyarakat, jangan lakukan kekerasan," kata Ratna Sarumpaet.

Polisi kemudian meminta pendemo membubarkan diri karena lalu lintas di Jalan Rasuna Said macet parah karena konsentrasi massa.

"Mohon bubarkan diri karena sudah mengganggu ketertiban umum, kami minta bergeser ke utara, ke gedung KPK baru," kata Kapolsek Setiabudi AKBP Tri Yulianto.

Akhirnya, massa meninggalkan bergeser. Sesampai di gedung baru KPK, mereka istirahat lalu, kemudian melanjutkan aksi.

Aktivis Ratna Sarumpaet mempertanyakan pelarangan demonstrasi di depan Gedung KPK yang dikabarkan merupakan perintah langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ratna menilai jika itu benar itu atas perintah Presiden Joko Widodo tentunya menjadi pertanyaan besar terkait pelarangan tersebut.




Ratna Sarumpaet mengatakan, Ahmad Dhani sejatinya hanya ingin memperjuangkan demokrasi dan menyuarakan aspirasinya ke pimpinan KPK tentang status Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok). Pihaknya sejatinya sudah memberitahu pada polisi akan menggelar Panggung Rakyat Tangkap Ahok yang isinya pun terdapat teater dari Taman Ismail Marzuki (TIM), orasi, dan panggung musik.

"Panggung Rakyat pun beda dari demo-demo kebayakan. Kalau ini ditakuti akan membuat kerusuhan tak mungkin, tapi ini belum apa-apa sound-nya sudah diculik (ditahan polisi). Lalu apa hubungannya anak buah Ahmad Dhani diinterogasi," kata Ratna pada wartawan, Kamis (2/6/2016).

Menurut Ratna, dia pun tak terima dengan alasan polisi mengamankan truk trailer bakal Panggung Rakyat dan delapan awak truk tersebut. Sebab, semua demo itu dinilai pasti akan membuat kemacetan di jalanan.

"Saya butuh teman media untuk mengklarifikasi, pelarangan itu dilakukan Presiden. Kalau ini benar terjadi, saya sebagai WNI dan memperjuangkan demokarasi marah sama Presiden. Ada hak apa, Presiden melarang," tuturnya.

Dia menambahkan, kalau aksi demo Panggung Rakyat itu pun mengusung aksi damai yang berisi pentas musik dan teater. Demo itu pun ditujukan pada pimpinan KPK tentang status Ahok.

"Bentuknya panggung rakyat, untuk apa saya datang ke KPK kalau tak protes Ahok, Ahok itu harusnya sudah tersangka. Mungkin karena judulnya Panggung Rakyat Tangkap Ahok, jadi dilarang, nah yang melarang itu punya rahasia, jangan-jangan dia sudah tahu Ahok harus ditangkap," tutupnya.

BAGIKAN KE TEMAN ANDA