II




Judul:KESAKSIAN KORBAN YANG SELAMAT DARI BOM GEREJA DI SURABAYA
Durasi:00:03:07
Dilihat:31,413x
Diterbitkan:13 Mei 2018
Sumber:Youtube
Suka Ini ?:

Tiga gereja di Surabaya, luluh lantak oleh hantaman bom pada Minggu, (13/5/2018) pagi. Tiga gereja itu adalah Gereja Santa Maria Tak Bercela, GKI Diponegoro Surabaya, dan GPPS Sawahan di Jalan Arjuno.

Prambudi, seorang driver di salah satu perusahaan farmasi, pagi itu ada di lantai dua Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Arjuno, mengikuti kebaktian, ketika terjadi ledakan sekitar pukul setengah 8.

Begitu mendengar ledakan dari luar gereja, para jemaat langsung panik. Ledakan berasal dari pintu di lantai dasar gereja, sehingga saat ledakan terdengar para jemaat langsung berlarian masuk ke arah dalam gereja dan berusaha untuk naik untuk ke luar.

"Saat saya sedang berusaha keluar, saya melihat seorang anak perempuan yang terluka. Tanpa pikir panjang saya langsung berusaha menolong anak perempuan ini. Pelipisnya sobek. Saat saya sedang bergegas ingin membawanya ke poliklinik terdekat, ayahnya datang," ujar Prambudi sebagaimana dilansir rappler.

Menurut Prambudi, jarak dirinya dengan ledakan sekitar 15 meter, dan sepertinya ledakan yang terjadi cukup besar.

Sementara itu, F.X. Kamudjijono, berada di GKI Diponegoro saat ledakan terjadi.

Kamudjijono tidak terlalu tahu bagaimana kronologi kejadiannya, karena dia berada di luar gereja. Dia kaget, karena Whatsapp bunyi terus, dan saat dia buka ternyata dapat kabar bahwa gereja dibom. Otomatis dia langsung balik lagi ke gereja, karena dia tahu masih ada misa kedua dan setelah itu akan ada rekoleksi untuk calon komuni pertama.

"Anak saya yang paling kecil mau komuni pertama, jadi pikiran saya cukup kacau. Apalagi saya tahu bahwa Ari (adik Kamudjijono) menjadi salah satu penjaga keamanan gereja pagi itu," ujarnya.

Tanpa rasa takut, dia langsung bergegas ke gereja. Dia ingin membantu menolong korban dan membersihkan gereja. "Sampai sana, ya Tuhan, keadaannya membuat saya menangis. Gereja rusak, ada korban di depan gereja. Saya langsung menenangkan jemaat yang panik dan berdiri di luar tempat bom meledak. Mereka menangis, shock, semuanya kalut," ungkapnya.

Ari sendiri berada di lokasi yang tidak jauh dari Bayu, koordinator keamanan gereja yang tewas karena menghalau pelaku bom bunuh diri. Meskipun seorang muslim, Ari memang terbiasa menjaga gereja saat ada misa dan kebaktian. "Setelah kejadian dia langsung dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut dan sampai sekarang kami belum bisa menemuinya,"

BAGIKAN KE TEMAN ANDA


this video can not be downloaded