II




Judul:Kevin Sanjaya Marah Besar di depan Wasit & Lawan. Pantas atau Tidak dilakukan? | Indonesia Open 2018
Durasi:00:02:23
Dilihat:2,204,988x
Diterbitkan:06 Juli 2018
Sumber:Youtube
Suka Ini ?:

Lihat juga šŸ‘‰ 5 Fakta Tak Terduga Setelah Kevin / Marcus menang di Indonesia Open 2018 https://www.youtube.com/watch?v=1Vn-u...

Pasangan ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamulyo berhasil melangkah ke babak semifinalĀ Indonesia OpenĀ 2018 setelah menaklukkan wakil Denmark Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding, Jumat, 6 Juli 2018, di Istora Senayan, Jakarta Pusat.

Meski menang, Marcus/Kevin mengeluhkan kinerja wasit yang dinilai banyak melakukan kesalahan. Keputusan tak adil dinilai banyak dilakukan, terutama di set ketiga. Kontroversi muncul saat wasit memberikanĀ challengeĀ kepada pasangan Denmark, saat skor 18-14 untuk keunggulan Marcus/Kevin.

"Setelah menyentuh (raket Conrad-Petersen), mereka meminta challenge telat, tapi dia masih dikasih wasit. Kan itu gak fair banget," kata Kevin usai pertandingan.

Pasca insiden itu, Marcus dan Kevin memprotes keras putusan wasit. Wasit pun memberi kartu kuning pada Kevin yang uring-uringan di atas lapangan. Kevin menilai wasit seakan sengaja ingin menyalahkan dia.Ā "KamiĀ gak tunjuk tangan tapi diperingatin, lalu kami nggak banting raket malah dibilang banting," kata Kevin.

Senada dengan Kevin, Marcus pun mempertanyakan kinerja wasit yang ia nilai banyak menguntungkan pasangan Denmark.

Tak hanya wasit, kali ini Marcus pun ikut mempertanyakan kepemimpinan hakim servis. Aturan tinggi servis setinggi maksimal 1,15 meter dinilai tak dihiraukan oleh hakim servis. Hal ini, kata Marcus, terlihat saat Mads Pieler Kolding yang memiliki tinggi 2,05 meter,Ā  servis tak sesuai ketentuan.Ā 

"Saya tingginya 168 sentimeter, dia (Kolding) hampir dua meter, mana bisa saya dapat pelanggaran servis tapi dia tidak. Saya saja tingginya hanya sedada dia. Kan aneh, lihatnya dari mana? Buat apa alat (pantau tinggi servis) begitu," kata Marcus.

Lebih lanjut, Marcus mengatakan akan melancarkan protes kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) terkait insiden ini. Protes diajukan lewat Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI).



Kevin Sanjaya Sukamuljo
Marcus Fernaldi Gideon
Indonesia Open 2018

BAGIKAN KE TEMAN ANDA